“Brak …!” suara pintu dibanting keras Andi pulang dari sekolah, kemudian mengunci pintunya. Ibunya kaget dan menghampiri kamar Andi dan mengetuk pintu minta dibuka, tapi Andi tetap diam di kamar tidak mau membukakan pintu kamar untuk ibunya. Setelah selesai makan malam, ibunya bertanya “ Ada apa, tidak biasanya pulang sekolah marah-marah banting pintu kamar dan menguncinya?”. Pertanyaan ibunya tersebut tidak langsung di jawab, Andi hanya diam saja. Dengan berbagai cara ibunya ingin mendapat jawaban. Akhirnya Andi menjawab sambil marah “Aku di panggil wakil kepala sekolah karena belum bayar SPP. Aku malu, Bu!”. Ibunya baru ingat kalau dirinya lupa memberikan uang SPP kepada Andi. Ibu Andi menceriterakan peristiwa tersebut kepada kami. Ibunya sama sekali tidak mengerti atas reaksi anaknya ketika di panggil wakil kepala sekolah karena terlambat membayar uang SPP. Sedangkan wakil kepala sekolah tersebut adalah tetangganya sendiri yang sering ketemu di komplek perumahannya. Kemudian Ibu Andi membawa sampel tulisan tangan anaknya yang ia ambil (merobek) dari buku catatan lama sekolah Andi yang sudah tidak dipakai lagi. Dari sampel tulisan tangan tersebut, ada trait ‘Need For Involement’. Orang yang mempunyai trait demikian mempunyai karakter orang yang sangat tertutup terhadap orang lain. Orang lain tidak boleh tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Selain itu orang ini tidak bisa menghadapi masalah sendirian, sangat bergantung kepada orang-orang terdekatnya. dia sangat membutuhkan perlindungan keluarga atau orang-orang terdekatnya. Dia mungkin sangat malu atau terlalu khawatir peristiwa tersebut diketahui dan teman-teman lainnya mengingat wakil kepala sekolahnya adalah tetangganya sendiri. Bila ini terus berlanjut hingga dewasa, ketika bekerja dia sangat bergantung orang lain, setidaknya ada satu teman dekat yang selalu bersamanya. Demkian karakter dari orang yang mempunyai trait need for involement. Terus untuk apa kita mengetahui karakter diri saat ini? Apa manfaat dari mengetahui karakter diri? Sangat penting. Dengan mengetahui karakter diri kita bisa tahu atau mengingat masa lalu kita, apa yang harus dilakukan masa kini dan harapan apa kita di masa depan.
Kenali karakter diri sejak dini untuk mengingat masa lalu, tindakan hari ini untuk masa depan lebih baik
Manfaat Mengetahui Karakter Diri Sejak Dini
Masa lalu
Setiap orang hidup mempunyai masa lalu yang berbeda-beda, walau lahir kembar dan tinggal dan dididik dalam keluarga atau orang yang sama. Dengan mengetahui karakter hari ini, kita bisa mengingat atau mengetahui kejadian, peristiwa, perlakuan masa lalu yang melatarbelakangi timbulnya karakter tersebut. Untuk karakter-karakter negatif, dengan mengetahui peristiwa yang melatarbelakangi, hal ini sangat bermanfaat untuk bahan introspeksi dan memperbaiki diri. Dan begitu juga, dengan mengetahui latar belakang timbulnya karakter positif, sehingga akan latar belakang tersebut akan diteruskan dan di sebarkan kepada orang lain.
Masa kini
Dengan mengetahui karakter saat ini, maka akan mempermudah dan memperjelas arah tindakan yang akan dilakukan untuk menghentikan atau mengurangi karakter negatif dan mengembangkan karakter positifnya. Ini adalah masa titik awal untuk masa depan yang lebih baik.
Masa depan
Dengan adanya usaha perbaikan hari ini, diharapkan karakter-karakter negatif yang akan menimbulkan masalah di masa depan tidak terjadi. Dan juga terhadap karakter-karakter negatif yang akan menghambat karakter positif dirinya bisa dihilangkan atau dikurangi. Dan semoga dengan mengetahui karakter diri hari ini, hidup di masa depan hidup besar dengan passionnya.
Keep Your Handwriting
Alpha Graphology Center
http://www.AlphaGraphologyCenter.com
Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling
Manusia sebagai pribadi, ingin kehidupan pribadnya tidak semuanya diketahui orang lain atau ada yang di rahasiakan dari pengetahuan orang lain. Tetapi sebagai mahluk sosial, manusia saling berhubungan dan berbagi dengan orang lain, bahkan hal-hal yang dirahasiakanpun terkadang ingin diceriterakannya ke orang lain. Yang menjadi masalahnya adalah apakah orang yang kita percaya tersebut mampu menjaga rahasia atau tidak?
Dalam analisa tulisan tangan (grafologi) ada tanda-tanda tertentu pada huruf (trait) yang menunjukkan karakter orang tersebut ‘kurang bisa menjaga rahasia’. Apabila mempunyai teman atau partner atau karyawan yang tulisan tangannya mempunyai trait tersebut hendaknya tidak diberi tanggung jawab untuk menjaga rahasia atau mengetahui rahasia kita atau bekerja di bagian yang menyimpan informasi yang penting perusahaan tersebut. Terlebih – lebih bekerja yang tugasnya menjaga rahasia penting kemanan negara.
Karakter lain orang yang mempunyai trait tersebut adalah sangat ekspresif, terlalu mudah meluapkan perasaan hatinya, suka menceriterakan apa saja yang ingin dilakukannya dan yang di rencanakannya ke orang lain. Dia juga lebih sering menceriterakan dan melebih-lebihkan pengalaman pribadinya ke orang lain. Dia juga banyak bicara yang tidak perlu atau melebar dari obyek masalah.
Dalam berbicarapun tidak ada fokus yang akan di tuju, hanya bicara dan bicara tak terarah bahkan membicarakan yang tidak penting. Dia suka sekali mengungkapkan opininya tentang sesuatu walau tidak ada orang yang menanyakan hal tersebut. Karena sering melebarnya atau tidak fokusnya yang dia bicarakan, terkadang justru apa yang di tanyakan orang lain menjadi terlupakan. Kebiasaan lain orang yang seperti ini lebih suka interupsi atau memotong pembicaraan orang lain, dan sangat sulit untuk mendengarkan pembicaraan orang lain.
Apa ciri tulisan tangan (trait) orang ini? Salah satu ciri atau tanda tulisan tangan orang ini adalah ‘open circle letters’ terbukanya bulatan pada huruf-huruf bulat, misalnya terbukanya huruf pada ‘a’ dan ‘o’.
Itu adalah karakter negatif dari penulis seperti tulisan di atas. Tapi banyak hal positif yang bermanfaat dari orang yang banyak bicara seperti ini. Karena dia adalah orang yang sangat ekspresif, banyak bicara tentu ini sangat diperlukan bagi dunia entertainment, pengacara, marketing, atau pendidikan dan pekerjaan yang membutuhkan orang yang mudah untuk berbicara di depan orang. Ini juga menjadi asset yang besar untuk orang yang bekerja di dunia broadcast, penyiar radio, dunia pariwisata, tour guide, perhotelan, dan bidang lain sejenisnya.
Tentu saja kemampuan seperti ini bukan hanya karena dia mempunyai trait open circle letter tersebut saja, tapi juga terkait dengan trait-trait lainnya yang mendukungnya. Intinya orang yang mempunyai trait seperti ini kurang bisa diam dan kurang bisa menyimpan rahasia.
Bagaiana kalau dia juga mempunyai trait lain yang berkarakter mampu menjaga rahasia, apakah itu bertolak belakang? Orang yang mempunyai dua trait yang bertolak belakang ini (menyimpan rahasia dan membuka rahasia) menunjukkan orang tersebut walaupun berkeinginan untuk menjaga rahasia, tetapi tetap saja keluar omongan rahasia tersebut, alias BOCOR :).
Dengan melihat tulisan tangannya, semoga mereka sadar diri ternyata dirinya belum pantas untuk menerima tanggung jawab menjaga rahasia.
Keep Your Handwriting
Alpha Graphology Center
http://www.AlphaGraphologyCenter.com
Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling
Gaya belajar adalah proses atau cara penerimaan dan mengolah
informasi yang sesuai dengan individu. Mari kenali gaya belajar kita dan
anak-anak kita.
Ada 3 tipe gaya belajar, yaitu Visual, Auditori dan Kinestetik.
1. VISUAL
Tipe gaya belajar visual cenderung lebh mudah menerima informasi melalui INDERA PENGLIHATAN.
Ciri-ciri umum anak VISUAL :
• Suka membaca, menonton, melihat gambar, aneka bentuk, peka terhadap warna
• Senang memperhatikan ekspresi, sikap, gaya orang saat bicara
• Sangat memperhatikan penampilan, rapih, indah, artistic
• Menyatakan emosi dengan ekspresi wajah, bahasa tubuh
• Lebih mudah mengingat wajah dibanding nama seseorang
• Lebih suka menjelaskan sesuatu dengan gambar, grafik, diagram
• Memiliki daya ingat yang kuat terhadap yang pernah dilihat
• Dalam mencoba hal atau mainan baru, lebih suka melihat contoh atau melihat buku panduan.
• Saat tidak beraktifitas, lebih suka melamun, berimajinasi, menuangkan dalam bentuk gambar, melukis atau menulis.
• Mudah menggunakan mind map dalam meringkas pelajaran
• Dalam kelas lebih suka dududk di depan
• Lebih suka membaca sendiri (dalam hati)
• Lebih suka memperagakan dari pada berbicara, jika harus berbicara akan agak cepat atau tergesa-gesa.
Kendala anak VISUAL :
• Kurang menangkap pesan yang disampaikan secara lisan, orang lain
kadang mengira seolah dia tidak mendengarkan atau tidak peduli.
• Sering sulit mengungkapkan apa yang ingin dikatakan, tidak suka
mendengarkan orang lain terlalu lama. Tidak suka bicara di depan
kelompok / publik.
• Agak kesulitan dalam menyimak isi pembicaraan jika tidak berhadapan
langsung dengan si pembicara. Misal guru sedang bicara tapi sambil
menghadap papan tulis, ia akan sulit menangkap apa yang disampaikannya.
Saran orang tua untuk anak VISUAL :
• Gunakan bentuk grafis, gambar, warna, film, kartu bergambar untuk membantu belajar
• Memberi tanda pada materi-materi yang penting, misal dengan stabilo warna
• Untuk menghafal beri kesempatan untuk menvisualisasikan / membayangkan object yang akan dipelajari
• Latih anak untuk membuat ringkasan pelajaran dengan point penting,diagram, grafik, mind map.
• Cari tahu tipe guru pengajar di sekolah. Apabila tidak sesuai
dengannya maka ulangi dirumah dengan kreativitas memvisualisasikan
materi tersebut.
• Optimalkan dan memperkaya kegiatan indera penglihatan, misal melihat pemandangan, gunung, pantai, alam, dsb.
Adalah tipe gaya belajar dengan cenderung lebh mudah menerima dan mengolah informasi dengan mengunakan INDERA PENDENGARAN.
Ciri-ciri umum anak AUDITORI :
• Suka mendengar radio, music, sandiwara, debat
• Suka dibacakan cerita dengan berbagai intonasi. Suka membaca dengan suara keras (terdengar).
• Mengungkapkan emosi dengan verbal, perubahan intonasi atau nada bicara.
• Mudah mengingat kata-kata atau gagasan orang lain, mudah mengingat nama dibanding wajah orang.
• Aktivitas creative berupa berbicara, menyanyi, debat, cerita, diskusi, tanya jawab.
• Belajar dengan diiring musik atau lagu
• Mendengarkan rekaman untuk mengulangi pelajaran
• Sulit diam dalam waktu lama
• Bagus dalam berbahasa
Kendala anak AUDITORI
• Kurang bisa mengingat apa yang dibacanya bila tidak disuarakan
• Cenderung banyak bicara atau sebaliknya sangat pendiam
• Tidak bisa belajar dalam suasana berisik
• Lebih memperhatikan infomasi yang didengar,sehingga kurang memperhatikan hal-hal baru di lingkungannya.
Saran untuk Orang tua anak AUDITORI
• Baca dan ulang-ulang pelajaran dengan bersuara dan intonasi yang berbeda.
• Bantu dengan music sebagai sarana belajar
• Rekam materi yang diajarkan di sekolah
• Lakukan review verbal
• Memberikan reward, misalkan dengan menelpon kakek atau nenek dan menceritakan perbuatan baiknya atau prestasi-prestasinya.
• Rekam ide-ide dan pikirannya sebelum di tuang dalam bentuk tuisan.
3. KINESTETIK
Adalah tipe gaya belajar dengan cenderung lebh mudah menerima dan
mengolah informasi melalui serangkaian aktivitas MENGGERAKKAN sebagian
/seluruh anggota tubuh, dan mempraktekkan hal-hal yang dipelajari.
Ciri-ciri umum anak KINESTETIK
• Menyukai kegiatan aktif baik sosial, kesenian,maupun olah raga.
Sulit duduk dengan tenang, selalu ingin bergerak, memiliki koordinasi
tubuh yang baik.
• Gemar menyentuh semua yang dilihat, dan ia kerap menggunakan gerakan /
bahasa tubuh untuk mengekspresikan diri atau mengungkapkan emosinya.
• Mencari perhatian lewat fisik,misal menyentuh orang lain atau menggerakkan tangannya secara aktif
• Jika ada hal atau mainan baru, langsung ingin mencobanya
• Jika berkomunikasi sering menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
dan gemar memakai objeck nyata untuk alat bantu. Sering menggnakan
jarinya untuk menujuk kata-kata yang dibacanya.
• Jika menghafal sesuatu biasanya sambil berjalan-jalan,atau melihat objek langsung.
• Terkadang sambil mengunyah permen ketika mendengar penjelasan guru.
• Menyukai buku atau film petualang
Kendala anak KINESTETIK
• Cenderung tidak bisa diam dan terkadang dianggap nakal, usil.
• Sulit mempelajari hal-hal abstrak, seperti symbol matematika, rumus-rumus.
• Tidak bisa sekolah di tempat yang muridnya wajib duduk manis, tenang, monoton.
• Energinya yang tinggi apabila tidak disalurkan dengan baik akan mengganggu konsentrasi belajarnya.
Saran untuk orang tua KINESTETIK
• Sekolahkan anak di tempat yang menganut active learning, dimana siswa lebih banyak terlibat dalam prose belajar.
• Belajar dengan berksperimen
• Untuk anak yang berenergi lebih, lakukan aktifitas fisik di rumah
sebelum berangkat ke sekolah, misal membantu pekerjaan rumah, membantu
mencuci mobil, keliling naik sepeda.
• Di dalam kelas ikut aktif beraktifitas, misal membantu guru menghapus papan tulis, merapihkan ruangan, dsb.
Dari ketiga gaya belajar diatas, apa tipe gaya belajar anda dan anak anda?
Kami mempunya dua anak, usia 6 dan 5 tahun. Anak pertama kami waktu
usia dua tahun dicek karakternya dengan Analisa Sidik Jari, finger print
test, hasilnya dominan KINESTETIK. Sedangkan anak kedua, kami hanya
mengamati dalam kebiasaan dia sehari-harinya.
Kami amati ketika anak-anak bermain sendirian, bukan waktu main
bersama karena waktu bermain bersama itu yang mereka lakukan siapa ikut
siapa, bukan siapa sebenarnya.
Waktu main sendiri, anak kami pertama (kinestetik) main yang banyak
geraknya, membuat pesawat kertas sendiri dan menerbangkannya, atau
menendang-nendang bola atau mainan yang banyak geraknya, dia tidak suka
bicara, tidak suka cerita asyik sendiri dengan mainannya,tidak suka
nyanyi-nyanyi kecil sendiri, hanya berteriak-teriak kegirangan dengan
mainannya tersebut. Dia mau bercerita dengan mainannya atau
nyanyi-nyanyi jika ada teman mainnya. Kalau sudah bosan dengan
kesendiriannya, biasanya berteriak memanggil mamanya untuk ikut gabung
bermain dengannya. Memang butuh kesabaran dan energi lebih untuk
mendidik anak kinestetik. Bersyukur kami punya dua anak yang bertaut
usia tidak jauh, sehingga mereka sering bermain bersama.
Sedangkan anak kami yang kedua, kalau kami amati dia AUDITORI. Waktu
bermain sendiri dia biasanya asyik bicara / cerita sendiri dengan
mainannya, nyanyi-nyanyi kecil, bila sudah bosan dia datang ke mamanya
menanyakan apa saja yang dilakukan mamanya, atau cerita apa saja,
mamanya yang lagi sibuk didapur hanya menjadi pendengar setia ceritanya,
hanya sesekali komentar atau mengarahkan arah ceritanya. Waktu memasak
atau menunggu tak terasa bila ditemani anak kedua ini. Dia kadang
bercerita seharian.
Sekarang …. selamat mengamati tipe gaya belajar diri anda dan anak anda.
Keep Your Handwriting
Alpha Graphology Center
http://www.AlphaGraphologyCenter.com
Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling
Wilhelm Preyer (Jerman, 1895) menulis artikel dengan judul “handwriting is actually brain writing”, Tulisan tangan adalah tulisan otak, mengapa demikian ? Sejak
masih bayi (bahkan masih dalam kandungan), kita menerima berbagai
informasi dan tersimpan dalam otak kita. Dari informasi yang tersimpan
tersebut, hanya sebagian kecil saja yang dapat kita ingat. Informasi
yang masih dalam kesadaran kita disebut pikiran sadar dan informasi yang diluar kesadaran kita disebut pikiran bawah sadar.
Tulisan
tangan adalah salah satu mediator untuk menuangkan isi pikiran bawah
sadar kita. Pikiran sadar berperan dalam menentukan apa yang akan
ditulis, sedangkan pikiran bawah sadar berperan mengontrol bagaimana
cara menulis, yang hasilnya adalah bentuk tulisan tangan tersebut. Pada
dasarnya ketika menulis, proses yang terjadi bukan hanya berkaitan
dengan pergerakan otot – otot kita semata. Di sana terjadi juga proses
yang berkaitan dengan proses psikologis . Misalnya, emosi, mood,
berpikir, minat, motivasi dan proses lainnya dimana kesemuanya itu
terdapat pada otak dan berhubungan dengan pikiran bawah sadar kita.
Ketika kita menulis, sistem saraf pusat (otak) yang mengontrol gerakan
kita. Apa yang ada di otak kita, semua tertuangkan dalam tulisan kita.
Coretan yang kita torehkan di kertas merupakan buah pikiran dari otak
dan pikiran bawah sadar kita yang notabene merupakan manifestasi dari
karakter kita. Dengan demikian tentunya kita bisa mengetahui kepribadian
/ karakter / sifat melalui tulisan tangan seseorang yang ilmunya biasa
kita kenal dengan grafologi. Agar
lebih jelasnya lagi akan dibuat ilustrasi kegiatan yang bisa
menjelaskan penjelasan diatas. Menulis adalah gerakan yang sudah
otomatis. Semuanya dikendalikan oleh alam bawah sadar kita. Misalnya
ketika harus mencatat kata – kata dari dosen yang sangat cepat, maka
kita akan menulisnya dengan cepat dan tanpa harus memikirkan gerakan –
gerakan untuk membentuk huruf – huruf yang akan kita tulis. Gerakan –
gerakan menulis ini adalah termasuk gerakan motorik halus. Tanpa kita
sadari pengaruh psikologis yang kita punyai yang kita pendam di otak
kita juga ikut berpengaruh ketika menulis. Proses dalam menulis
menghasilkan bentuk tulisan. Sehingga hasil bentuk tulisan tangan
mencerminkan isi otak (pikiran bawah sadar) kita. Untuk itu filter diri terhadap informasi yang masuk untuk menjaga informasi yang tersimpan dalam otak bawah sadar. GIGO – ‘Good In Good Out’, atau GIGO – ‘Garbage In Garbge Out’, pilihan ada di tangan anda.
Keep Your Handwriting
Alpha Graphology Center
http://www.AlphaGraphologyCenter.com
Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling
Suatu
hari ada orang tua bersama anaknya, mahasiswa fakultas hukum semester
akhir salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta, datang ke
rumah. Sepasang orang tua ini sedang bingung karena anak laki-lakinya
yang hampir menamatkan pendidikannya tidak mau mengerjakan tugas akhir
sebagai syarat kelulusannya. Padahal jika sudah sampai batas waktu akhir
yang telah di tentukan, dia terancam drop out. Mereka tidak mengetahui
alasan anak laki-lakinya tersebut tiba-tiba mogok, tidak mau menamatkan
kuliahnya. Setelah panjang lebar berbicara dengan anaknya secara terpisah, akhirnya dapat ditemukan akar permasalahnnya. “
Bapak, Ibu…setiap anak memiliki ciri yang berbeda-beda, baik dari
sifat, karakter, juga kekuatan dan kelemahannya. Anak Ibu memiliki
kecenderungan sifat agak pendiam, kurang suka bergaul, menyukai hal-hal
yang bersifat teknis, suka berada atau bekerja sendiri dalam ruangan,
kurang menyukai pekerjaan yang berhadapan dengan manusia yang
mengandalkan kemampuan komunikasi, dan banyak lagi ciri lainnya.
Ciri-ciri inilah yang sebenarnya bisa dijadikan petunjuk dalam
mengarahkan bidang yang sesuai dengan karier anak ibu. Sayangnya selama
ini tidak ada seorangpun yang bisa mengidentifikasi petunjuk-petunjuk
berharga ini, tidak pendidik, tidak juga sekolah, atau orang tuanya”. “Dari
petunjuk lebih dalam, anak ibu sangat tidak menyukai bidang hukum
seperti keinginan orang tuanya. Bidang yang menjadi minatnya adalah
design grafis atau animasi komputer”.
“Jadi selama ini anak Ibu ketakutan akan profesi yang akan digelutinya
kelak, karena profesi tersebut bukan keinginannya. Dia sangat tidak
menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan manusia dan melibatkan
komunikasi langsung terlebih lagi dengan berdebat”. “Oleh
karena itu pada detik-detik terakhir mendekati penyelesaian kuliah,
tekanan itu muncul makin hebat menghantui dirinya. Anak ibu ketakutan
membayangkan dirinya berprofesi di bidang hukum dan berhadapan dengan
publik. Jadi dia berfikir sebagai jalan terakhir mengambil keputusan
untuk mogok dan tidak mau mengerjakan tugas akhirnya.” Kedua orang tua
anak tersebut kaget mendengarnya. “ Sesungguhnya potensi-potensi itu bisa diketahui sejak jauh hari, sebelum anaknya menentukan sekolah dan bidang yang dipilih”.
“Jadi sekarang ini kami harus bagaimana? Kami tidak ingin masalah ini menjadi berlarut-larut.” sela Bapak anak tersebut. “
Begini Pak. Jika anak Bapak dipaksa terus untuk menyelesaikan tugas
akhirnya, bisa saja. Tetapi itu Bapak telah mewariskan sebuah
penderitaan seumur hidup. Sementara perjalanan hidup anak Bapak masih
sangat panjang. Jadi jika yang diwariskan adalah penderitaan, dia akan
merasakan dalam waktu yang sangat panjang. Jalan keluar yang jauh lebih
berharga, memberi kesempatan meraih sukses dalam hidupnya, sedangkan
untuk sukses bisa diraih apabila dia menggeluti profesi yang
dicintainya.” Sampai
akhirnya dicapai kesepakatan walau dengan berat hati, orang tuanya mau
menerima keinginan anaknya untuk tidak melanjutkan dan menamatkan
pendidikan Fakultas Hukum, melainkan pindah jurusan ke bidang animasi
komputer dengan syarat dia harus menyelesaikannya dengan baik. Sungguh
memprihatinkan, sudah terbayang betapa besar biaya sosial, waktu dan
finansial yang harus di keluarkan keluarga tersebut. Walaupun orang tuanya cukup mampu, tetap saja akan rugi waktu dan tenaga karena harus memulai segalanya dari awal.
Artikel diatas kami ambil dari Buku Ayah Edy Punya Cerita dengan judul School with no goals.
Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling